Diare

kenali gejala, penyebab, dan jenis-jenis diare

Diare adalah penyakit yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer. Pada umumnya, diare terjadi akibat makanan dan minuman yang terpapar virus, bakteri, atau parasit.

Gejala

  • perut terasa mulas
  • tinja encer (buang air besar cair) atau bahkan berdarah
  • mengalami dehidrasi
  • pusing, lemas, dan kulit kering

Penyebab

Ada beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang mengalami diare. Umumnya disebabkan oleh hal-hal berikut :

  • intoleransi terhadap makanan
  • alergi makanan
  • efek samping dari obat-obatan tertentu
  • infeksi bakteri, virus, atau parasit
  • penyakit usus
  • pasca operasi batu empedu
  • radang pada saluran pencernaan
  • penyakit celiac atau penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang diare, yaitu :

  • jarang mencuci tangan setelah ke toilet
  • penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih
  • jarang membersihkan dapur dan toilet
  • sumber air yang tidak bersih
  • makan makanan sisa yang sudah dingin
  • tidak mencuci tangan dengan sabun

Komplikasi

Beberapa komplikasi yang diakibatkan diare, antara lain :

  • dehidrasi ringan hingga berat
  • sepsis, infeksi berat yang bisa menyebar ke organ lain
  • malnutrisi terutama pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun, yang dapat mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh anak
  • ketidakseimbangan elektrolit karena elektrolit ikut terbuang bersama air yang keluar saat diare, yang dapat ditandai dengan lemas, lumpuh, hingga kejang

Jenis-jenis

Pada dasarnya terdapat lima jenis diare yang dapat dialami oleh seseorang, diantaranya yaitu :

  • Diare osmotik

Jenis diare ini terjadi karena tingginya jumlah air yang ditarik ke dalam rongga usus, sehingga konsistensi tinja di dalamnya akan bersifat lebih cair. Diare osmotik menunjukkan adanya gangguan penyerapan pada usus.

  • Diare sekretorik

Jenis diare ini hampir sama dengan diare osmotik. Pengeluaran cairan di dalam rongga usus lebih tinggi sehingga menyebabkan konsistensi tinja yang lebih cair.

  • Diare eksudatif

Diare juga dapat berupa tekstur tinja yang cair, disertai lendir, darah, atau nanah. Jika ditemukan hal tersebut pada tinja, kemungkinan jenis diare yang dialami adalah diare eksudatif. Penyebabnya adalah reaksi peradangan pada usus seperti penyakit crohn atau kolitis ulseratif. Namun kondisi ini dapat juga disebabkan oleh infeksi bakteri seperti E. coli.

  • Diare paradoksial

Merupakan kondisi tinja yang cair disertai dengan sembelit atau konstipasi.

  • Pseudodiarrhea

Kondisi ini mirip dengan sindrom iritasi usus dan diare paradoksial, yaitu adanya reaksi sembelit di dalam diare. Oleh sebab itu, selain enema, pseudodiarrhea juga membutuhkan asupan serat yang cukup untuk meredakan sembelitnya terlebih dahulu.

Berdasarkan durasi terjadinya, diare juga dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu :

a. diare akut : berlangsung kurang dari 2 minggu

b. diare persisten : berlangsung sekitar 2-4 minggu

c. diare kronis : berlangsung lebih dari 4 minggu