Gigantisme

kenali gejala dan penyebab gigantisme

Gigantisme merupakan gangguan pertumbuhan yang menyebabkan anak – anak tumbuh sangat tinggi dan besar, sehingga terlihat seperti raksasa. Kondisi ini disebabkan oleh produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan.

Penyebab Gigantisme

Gangguan pertumbuhan ini disebabkan oleh produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan. Produksi hormon yang berlebihan ini biasanya terjadi akibat adanya tumor pada kelenjar hipofisis atau kelenjar pituitari.

Selain tumor pada kelenjar hipofisis, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan produksi hormon pertumbuhan dan akhirnya memicu gigantisme, antara lain :

  • Carney complex adalah kelainan genetik yang menyebabkan tumbuhnya tumor jinak di kulit, kelenjar endokrin, dan jantung.
  • Multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN 1), adalah kelainan genetik yang menyebabkan tumbuhnya tumor di kelenjar endokrin, termasuk kelenjar hipofisis, paratiroid, atau pankreas.
  • McCune-Albright syndrome adalah kelainan genetik yang mempengaruhi tulang dan pigmen (warna kulit)
  • Neurofibromatosis, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan tumbuhnya tumor pada sistem saraf.

Gejala

Beberapa gejala yang bisa muncul adalah :

  • tinggi dan berat badan di atas rata – rata anak seusianya
  • ukuran tangan dan kaki yang sangat besar dan tebal
  • dahi dan dagu berukuran lebar
  • bentuk wajah yang kasar

Selain gejala di atas, gangguan pertumbuhan ini dapat ditandai dengan beberapa gejala, seperti :

  • sering mengalami sakit kepala
  • mengalami masa pubertas terlambat
  • mengalami gangguan tidur
  • mengeluarkan ASI sebelum waktunya
  • sering berkeringat
  • sering kelelahan
  • gangguan penglihata
  • terdapat celah di antara gigi

dapat dikenali pada fisik anak secara langsung, yaitu :

  • ukuran badan anak yang lebih tinggi dari anak lain seumurannya
  • beberapa bagian tubuh anak dapat memiliki perbedaan proporsi dengan tubuh lain pada dirinya sendiri, seperti pertumbuhan tangan dan kaki yang disertai penebalan pada jari-jari
  • gejala lainnya adalah rahang dan dahi yang menonjol, dan hidung datar
  • pengidap gigantisme juga bisa mengalami pembesaran pada kepala, lidah, atau bibirnya

Gejala yang dialami tergantung pada seberapa besar ukuran tumor pada kelenjar hipofisis karena dapat menekan syaraf otak. Pengidap dapat mengalami sakit kepala, kelelahan, mual sebagai akibat tumor, gangguan penglihatan, kehilangan pendengaran, periode menstruasi yang tidak normal, serta keterlambatan masa pubertas pada anak.

Terdapat beberapa jenis gigantisme, yaitu :

  • Gigantisme normal

Kondisi di mana pertumbuhan yang berlebihan terjadi pada seluruh bagian tubuh. Oleh sebab itu, gigantisme normal sering kali terlihat seperti kondisi biasa dan normal

  • Gigantisme otak

Pertumbuhan terjadi dengan cepat dan disertai dengan cacat intelektual. Kondisi ini umumnya berkembang setelah anak mengalami kerusakan otak akibat kondisi tertentu.

  • Gigantisme parsial

Pertumbuhan yang cepat hanya terjadi pada bagian tertentu saja, misalnya hanya pada bagian kaki. Akibatnya, tubuh terlihat tidak proporsional.

  • Gigantisme setengah

Pertumbuhan terjadi satu setengah kali tubuh normal

  • Akromegalichesky

Pertumbuhan yang cepat terjadi pada tubuh dan wajah. Orang dengan gigantisme jenis ini sering kali memiliki wajah yang terlihat lebih tua dari usianya

  • Eunochoid

Pertumbuhan yang cepat disebabkan karena kurangnya produksi hormon seksual. Akibatnya, pertumbuhan tubuh menjadi tidak proporsional dan penderita kehilangan karakteristik seksualnya.

  • Visceromegaly

Pada gigantisme jenis yang satu ini, hormon pertumbuhan hanya menyerang organ-organ vital tubuh saja.