
Hemofilia merupakan gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor VII dan IX. Pada saat mengalami hemofilia, perdarahan akan berlangsung lebih lama. Kondisi ini merupakan penyakit keturunan yang lebih sering terjadi pada pria. Hemofilia disebabkan oleh mutasi genetik yang menyebabkan darah sukar membeku. Hemofilia belum dapat disembuhkan, namun dapat hidup secara normal dengan mencegah terjadinya luka.
Gejala Hemofilia
Gejala yang utama dari hemofilia adalah darah sukar membeku sehingga perdarahan sulit berhenti atau berlangsung lebih lama. Beberapa gejala dan tanda yang muncul yaitu :
- perdarahan pada hidung (mimisan) yang sulit berhenti
- perdarahan pada luka yang sulit berhenti
- perdarahan pada gusi
- perdarahan setelah sunat (sirkumsisi) yang sulit berhenti
- ditemukannya darah pada urin dan feses
- mudah mengalami memar
- perdarahan pada sendi yang ditandai dengan nyeri dan bengkak pada sendi dan lutut.
Tingkat keparahan hemofilia ditentukan dengan kadar faktor pembekuan dalam darah :
- hemofilia ringan, jumlah faktor pembekuan penderita berkisar antara lima hingga lima puluh persen
Anak-anak yang terlahir dengan kondisi hemofilia ringan mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun sampai bertahun-tahun. Kondisi ini biasanya baru akan terlihat setelah penderita mengalami cedera cukup parah, atau melalui prosedur medis seperti tindakan bedah atau cabut gigi. Situasi tersebut dapat menyebabkan perdarahan sulit berhenti.
- hemofilia sedang, penderita memiliki faktor pembekuan satu sampai lima persen faktor pembekuan
Penderita hemofilia tingkat sedang mudah memar dan rentan mengalami perdarahan sendi, terutama jika terbentur atau jatuh. Gejala awal biasanya kesemutan dan nyeri ringan di area sendi yang bermasalah. Sendi yang paling umum terkena adalah lutut, pergelangan kaki, da siku. Namun dapat juga mengenai bahu, pergelangan tangan, dan sendi pinggul. Jika tidak segera ditangani, penderita bisa merasakan nyeri teramat sangat pada sendi, kaku, dan area perdarahan akan terasa panas, bengkak, serta lunak.
- hemofilia berat, jumlah faktor pembekuan kurang dari satu persen
Gejala hemofilia berat mirip dengan gejala hemofilia sedang. Perbedaanya terletak pada frekuensi serta tingkat keparahan perdarahan sendi yang terjadi. Anak dengan hemofilia berat akan mengalami perdarahan spontan, di mana mereke bisa saja mengalami perdarahan tanpa alasan jelas. Perdarahan spontan dapat berupa mimisan, gusi berdarah, perdarahan sendi dan perdarahan otot.
Tanpa penanganan tepat, hemofilia berat bisa menimbulkan :
- kelainan bentuk sendi yang selanjutnya akan membutuhkan prosedur bedah
- perdarahan jaringan lunak yang dapat memicu terjadinya komplikasi
- perdarahan internal
Kebanyakan kasus hemofilia yang ada termasuk kategori berat. Penderita hemofilia sedang dan berat harus mewaspadai terjadinya perdarahan intrakranial, yakni perdarahan yang terjadi di dalam tengkorak kepala. Umumnya hal tersebut terjadi karena penderita mengalami cedera kepala.
Penyebab Hemofilia
Disebabkan oleh mutasi genetik yang menyebabkan darah kekurangan faktor pembekuan VII dan IX. Kekurangan faktor ini akan menyebabkan darah sukar membeku dan menyebabkan perdarahan sulit berhenti.
Pencegahan Hemofilia
Jika Anda menderita hemofilia, lakukan langkah yang dapat mencegah terjadinya luka dengan cara sebagai berikut :
- hindari kegiatan yang berisiko menimbulkan cedera dan menggunakan pelindung
- jaga kebersihan gigi dan mulut