
Ketuban pecah dini merupakan kondisi dimana kantung ketuban pecah sebelum waktu persalinan dimulai. Semakin awal terjadinya pecah ketuban pada masa kehamilan, maka semakin serius kondisi tersebut. Tanda bahaya kehamilan ini perlu ditangani sesegera mungkin untuk menghindari terjadinya komplikasi pada ibu dan calon bayi.
Ciri-ciri
Air ketuban memiliki ciri-ciri tidak berwarna dan tidak berbau pesing seperti urine, tetapi cenderung berbau manis. Selain bocornya air ketuban, dapat juga disertai dengan beberapa gejala sebagai berikut :
- panggul terasa tertekan
- keputihan atau vagina terasa lebih basah daripada biasanya
- perdarahan melalui vagina
Penyebab
Ada beberapa kondisi yang berisiko antara lain :
- infeksi pada rahim, mulut rahim, atau vagina
- kantung ketuban meregang secara berlebihan, karena air ketuban terlalu banyak.
- mengalami perdarahan melalui vagina pada trimester kedua dan ketiga kehamilan
- sedang hamil anak kembar
- jarak antar kehamilan kurang dari 6 bulan
- merokok atau menggunakan NAPZA
- pernah menjalani operasi atau biopsi pada mulut rahim
- pernah melahirkan bayi prematur
- pernah mengalami pada kehamilan sebelumnya
Beragam tanda air ketuban pecah
Tidak semua ibu hamil merasakan hal yang sama ketika mengalami pecah air ketuban. Namun secara garis besar, pecahnya air ketuban bisa memberikan sensasi basah pada vagina atau perinium, yaitu area di antara liang vagina dan anus. Berikut adalah beberapa tanda pecahnya air ketuban yang bisa dirasakan ibu hamil :
- Air ketuban yang menetes
Beberapa ibu hamil mengeluarkan air ketuban sedikit demi sedikit atau menetes. Tetesan air ketuban yang keluar dari vagina terasa hangat dan turun ke kaki. Ada juga yang mendeskripsikan pecahnya air ketuban seperti keringat yang menetes. Merembesnya air ketuban saat pecah ini tak jarang membuat celana atau rok yang dikenakan oleh ibu hamil tiba-tiba basah.
- Terasa seperti ada letupan
Ketika air ketubannya pecah, beberapa ibu hamil merasakan sensasi letupan, yakni seperti ada yang mengetuk kantung ketuban, kemudian pecah, lalu airnya menyembur.
- Air ketuban mengucur
Beberapa ibu hamil mengalami pecah air ketuban layaknya adegan di film-film, yakni air ketuban yang mengucur deras dan membasahi lantai. Pecahnya air ketuban seperti ini juga kerap membangunkan ibu hamil yang tengah tertidur.
- Pecahnya air ketuban disertai kontraksi
Pecah air ketuban umumnya terjadi menjelang persalinan. Hal ini bisa dirasakan bersamaan dengan tanda-tanda persalinan lain, seperti kontraksi yang makin lama makin kencang dan keluarnya lendir disertai darah dari vagina.
- Tidak terasa apa-apa
Pecahnya air ketuban terkadang tidak disadari oleh beberapa ibu hamil. Ada yang tidak mengetahuinya karena telah mendapatkan bius epidural, dan ada juga yang memang benar-benar tidak mengetahuinya. Akibatnya, mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Seberapa banyaknya air ketuban yang keluar tidak sama pada tiap wanita hamil. Namun sampai akhir kemaluan, air ketuban yang keluar biasanya adalah sekitar 600-800 ml.