
Kolesterol tinggi merupakan kondisi dimana tingkat kolesterol dalam darah melampaui kadar normal sehingga berpengaruh buruk bagi kesehatan. Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak yang menyerupai lilin.
Batas Normal Angkat Kolesterol
Di bawah ini adalah batas normal nilai kolesterol yang seharusnya :
- HDL : 60 miligram per deciliter (mg/L) atau lebih
- LDL : kurang dari 100 mg/dL
- Trigliserida : kurang dari 150 mg/dL
- Kolesterol total : kurang dari 200 mg/dL
Penyebab
Berikut ini merupakan hal-hal yang dikategorikan sebagai gaya hidup tidak sehat yang dapat memicu peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah :
- Kurang berolahraga atau beraktivitas
- Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat, yang memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi
- Kebiasaan merokok
- Terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol
- Obesitas
- Pertambahan usia
Faktor Risiko
Berikut adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalaminya :
- Diet yang tidak sehat
Mengonsumsi lemak jenuh yang banyak ditemukan dalam produk hewani, dan lemak trans yang ditemukan di beberapa kue kering dan biskuit, dapat meningkatkan kadar kolesterol.
- Obesitas
Memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30 sehingga bisa membuat lebih berisiko mengalaminya.
- Kurang berolahraga
Olahraga bisa membantu meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh (HDL) sekaligus meningkatkan ukuran partikel yang membentuk kolesterol jahat (LDL) yang membuatnya kurang berbahaya.
- Merokok
Rokok bisa merusak dinding pembuluh darah, sehingga membuatnya lebih rentan untuk menumpuk lemak. Merokok juga bisa menurunkan kadar HDL.
- Usia
Karena kimiawi tubuh berubah seiring bertambahnya usia, risiko mengalaminya pun akan meningkat.
- Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi berpengaruh pada kolesterol berbahaya yang lebih tinggi yang disebut lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL) dan menurunkan kolesterol HDL.
Gejala
Berikut gejala-gejala yang bisa diamati jika mempunyai kolesterol jahat berlebih :
- Nyeri dada
Salah satu gejala kolesterol tinggi yang paling mudah dikenali adalah nyeri pada dada atau angina. Nyeri pada dada ini berawal dari plak yang menumpuk di pembuluh darah arteri. Penumpukan ini menyebabkan aliran darah ke jantung menjadi tidak lancar, sehingga jantung tidak mendapatkan suplai oksigen dalam darah sesuai kebutuhannya. Keadaan fatalnya, jika penyumbatan terjadi secara total maka akan terjadi serangan jantung.
Angina mengacu pada rasa berat, sesak dan tertekan pada dada. Sensasi sakitnya pun beragam.
2. Tekanan darah tinggi
Ketika pembuluh darah dipersempit dengan plak kolesterol dan mengeras karena kalsium, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah. Tekanan darah tinggi memang tidak bisa dirasakan langsung seperti nyeri pada dada, satu-satunya cara mendeteksinya dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
3. Bau mulut
Walaupun tidak banyak yang mengira bau mulut merupakan indikasi kolesteroltinggi, namun halitosis merupakan gejala yang paling umum terjadi. Kadar yang terlalu tinggi bisa berdampak serius bagi pencernaan. Gangguan ini menyebabkan kekeringan dan bau tidak sedap di mulut.
4. Pusing dan sakit kepala
Sakit kepala parah tiba-tiba bisa juga bisa mengindikasikan gejala stroke. Stroke juga disebabkan oleh sirkulasi darah dan oksigen yang terganggu oleh penumpukan kolesterol di arteri. Penumpukan plak juga bisa mengganggu aliran darah ke otak. Sehingga menyebabkan pengidap kolesteroltinggi mengalami gejala pusing dan sakit kepala.
5. Mudah lelah
Kurangnya pasokan oksigen ke seluruh tubuh menyebabkan organ dan jaringan tubuh bekerja ekstra, padahal jantung dan pembuluh darah sedang bermasalah. Tubuh yang dipaksa melakukan metabolisme lebih keras dari biasanya inilah yang menyebabkan cepat merasa letih dan lemah.
6. Otot Tubuh Melemah
Mungkin juga efek kolesterol tinggi tidak sampai ke seluruh tubuh, bisa saja menyerang otot tubuh tertentu. Sumber masalahnya masih sama, pasokan aliran darah yang tidak merata ke seluruh tubuh.
Otot tubuh yang paling umum terserang gejala kolesteroltinggi adalah otot kaki. Penyumbatan akibat kolesterol LDL yang terlalu tinggi mengakibatkan pembuluh arteri tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, sehingga otot kaki menjadi lemah.
7. Disfungsi ereksi
Disfungsi ereksi merupakan gejala kolesteroltinggi pada wanita dan laki-laki di mana tubuh kesulitan memproduksi zat kimia yang dibutuhkan saat ereksi. Plak yang telah mengeras kemudian menghalangi aliran darah menuju ke area genital dan penis, sehingga berdampak pada proses ereksi. Semakin tinggi LDL pada darah, semakin tinggi pula kemungkinan gejala ini menghampiri.