Manfaat Biji Seledri Untuk Kesehatan

Manfaat Biji Seledri www.herbaltamapersada.com

Seledri memiliki batang dan daun serta beragam manfaat pada bijinya. Biji seledri kurang umum tetapi tetap enak dan bergizi. Meskipun ukurannya kecil, biji seledri memiliki nilai gizi yang besar dan memberikan banyak manfaat kesehatan. Berikut adalah manfaat biji seledri untuk kesehatan.

Manfaat Biji Seledri

Manfaat Biji Seledri untuk Kesehatan www.herbaltamapersada.com

1. Kaya nutrisi penting

Meskipun ukurannya kecil, biji seledri memiliki khasiat nutrisi yang baik. Misalnya, sumber mineral penting seperti kalsium, mangan, dan zat besi. Satu sendok makan (6,5 gram) biji seledri menyediakan:

  • Kalori: 25 kalori
  • Karbohidrat: 2 gram
  • Protein: 1g
  • Lemak: 2 gram
  • Serat: 1g
  • Kalsium: 12% dari Referensi Asupan Harian (RDI).
  • Seng: 6% dari RDI
  • Mangan: 27% dari RDI
  • Besi: 17% dari RDI
  • Magnesium: 9% dari RDI
  • Fosfor: 5% dari RDI

Biji seledri rendah kalori, dalam satu sendok makan mengandung sekitar 25 kalori. Mereka memiliki profil makronutrien yang seimbang, dan menawarkan jumlah karbohidrat, protein, dan lemak yang relatif sama.

2. Mendukung kesehatan tulang

Tulang membutuhkan vitamin dan mineral tertentu dalam jumlah yang bervariasi agar tetap sehat dan kuat. Biji seledri mengandung banyak nutrisi penting. Kalsium adalah salah satu mineral yang paling terkenal untuk kesehatan tulang. Ketika asupan kalsium tidak mencukupi untuk waktu yang lama, tubuh mengkompensasi dengan menarik kalsium dari tulang. Sehingga dapat menyebabkan kepadatan mineral tulang yang lebih rendah, yang merupakan ukuran berapa banyak mineral dalam volume tulang tertentu.

Kepadatan mineral tulang yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko patah tulang, terutama pada orang tua. Biji seledri juga kaya akan mineral yaitu mangan.  Mangan diperlukan untuk aktivasi enzim yang menghasilkan protein yang diperlukan untuk pembentukan tulang dan jaringan tulang rawan. Dengan demikian, mendukung struktur dan kekuatan tulang.

Terakhir, biji seledri juga mengandung magnesium dan fosfor. Kedua mineral ini mendukung sel pembentuk tulang (osteoblas). Kekurangan salah satu nutrisi ini dapat menyebabkan penyakit tulang kronis seperti osteoporosis.

3. Pembentukan sel darah merah

Zat besi adalah mineral penting untuk produksi sel darah merah. Sel darah merah mengantarkan oksigen dari paru-paru ke bagian lain dari tubuh. Biji seledri adalah sumber zat besi yang bagus untuk pria dan wanita. Satu sendok makan (6,5 gram) biji seledri masing-masing menyediakan 17% dan 38% RDI untuk wanita dan pria.

Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah yang cukup. Akibatnya, mungkin mengalami anemia defisiensi besi. Kekurangan zat besi adalah jenis kekurangan zat gizi mikro yang paling umum di seluruh dunia, tetapi makan lebih banyak makanan kaya zat besi mengurangi risiko kekurangan dan anemia.

Biji seledri mengandung zat besi non-heme. Jenis zat besi ini berbeda dari zat besi heme dalam produk hewani dan diserap sekitar 10% lebih jarang. Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi non-heme dalam makanan nabati seperti biji seledri. Makan makanan yang kaya vitamin C seperti beri, buah jeruk, atau paprika manis dalam makanan dengan biji dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme.

4. Meningkatkan kadar gula darah

Magnesium memiliki banyak fungsi dalam tubuh Anda, seperti meningkatkan kadar gula darah. Mempertahankan kadar gula darah penting untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Biji seledri adalah sumber magnesium, dengan satu sendok makan (6,5 gram) menyediakan 12% RDI. Magnesium memainkan peran penting dalam kontrol gula darah dan membantu meningkatkan respons sel Anda terhadap insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah. Memasukkan makanan kaya magnesium seperti biji seledri dalam makanan dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.

5. Memiliki sifat antioksidan

Ekstrak biji seledri mungkin juga memiliki sifat antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh molekul yang disebut radikal bebas. Tubuh membutuhkan keseimbangan antioksidan dan radikal bebas yang sehat untuk menjaga kesehatan yang optimal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*