Sayuran Bergizi dan Padat Nutrisi

Bukan rahasia lagi bahwa sayuran kaya akan serat, vitamin, mineral dan antioksidan yang sangat penting dalam diet sehat. Selain itu dapat Anda olah dalam berbagai hidangan, seperti salad, sup, smoothie, dan sandwich. Meskipun semua sayuran sehat, banyak di antaranya yang mengandung nutrisi dan manfaat kesehatan. Berikut adalah sayuran paling padat nutrisi yang tersedia.

1. Bayam

Sayuran berdaun hijau ini menempati urutan teratas sebagai salah satu sayuran yang paling padat nutrisi. Karena 1 cangkir (30 gram) bayam mentah menyediakan 16% Nilai Harian (DV) untuk vitamin A serta 120% Nilai Harian untuk vitamin K semuanya hanya untuk 7 kalori.

Bayam juga mengandung antioksidan, yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit. Selain itu sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam kaya akan beta-karoten dan lutein, dua antioksidan yang terkait dengan risiko kanker yang lebih rendah. Serta dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung dengan membantu menurunkan tekanan darah.

2. Wortelsayuran hijau wortel www.herbaltamapersada.com

Wortel penuh dengan vitamin A, memberikan 119% dari nilai harian hanya dalam 1 cangkir (128 gram). Mereka juga mengandung beta-karoten, antioksidan yang memberikan warna oranye cerah dan dapat membantu mencegah kanker. Tubuh Anda mengubah senyawa ini menjadi vitamin A. Selain itu, sayuran akar yang populer ini kaya akan beberapa nutrisi penting lainnya, termasuk potasium dan vitamin C dan K.

3. Brokoli

Brokoli kaya akan senyawa tanaman yang mengandung belerang (glukosinolat), serta produk sampingannya sulforaphane. Hanya satu cangkir (91 gram) brokoli mentah menyediakan 77% DV untuk vitamin K, 90% DV untuk vitamin C, dan jumlah folat, mangan, dan potasium yang baik.

4. Bawang putih

Bawang putih telah digunakan sebagai tanaman obat selama ribuan tahun. Senyawa aktif utamanya adalah allicin, yang telah terbukti membantu gula darah dan kesehatan jantung. Suplementasi bubuk bawang putih juga menyebabkan peningkatan resistensi insulin, suatu kondisi yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

5. Kacang Hijau

Kacang polong mengandung lebih banyak karbohidrat dan kalori daripada sayuran non-tepung dan dapat mempengaruhi kadar gula darah jika Anda makan dalam jumlah besar. Namun, kacang hijau sangat bergizi. Hanya satu cangkir (160 gram) mengandung 9 gram serat, 9 gram protein, dan vitamin A, C, dan K, tambah riboflavin, thiamin, niacin, dan asam folat. Tinggi serat, kacang polong mendukung kesehatan pencernaan dengan meningkatkan bakteri menguntungkan di usus Anda dan mendorong buang air besar secara teratur. Selain itu, kacang polong kaya akan saponin, sekelompok senyawa tanaman yang memiliki efek anti kanker.

Baca juga :

Kacang Hijau : Ini Manfaatnya Untuk Kesehatan

6. Bit

sayuran hijau buah bit www.herbaltamapersada.com

Bit adalah sayuran akar yang hidup dan serbaguna yang memiliki kandungan serat, asam folat, dan mangan ke dalam setiap sajian dengan kalori yang sangat sedikit. Selain itu juga kaya akan nitrat, tubuh Anda mengubahnya menjadi oksida nitrat yaitu senyawa yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah. Selain itu, bit dan jusnya telah dikaitkan dengan peningkatan daya tahan dan kinerja atletik.

7. Asparagus

Asparagus kaya akan banyak vitamin dan mineral dan merupakan tambahan yang sangat baik untuk diet apa pun. Hanya setengah cangkir (90 gram) asparagus yang dimasak menyediakan 33% DV untuk folat, ditambah banyak selenium, vitamin K, thiamin, dan riboflavin. Mendapatkan asam folat yang cukup dari makanan seperti asparagus dapat melindungi dari penyakit dan mencegah gangguan perkembangan pada tabung saraf selama kehamilan.

8. Ubi Jalar

Ubi jalar memiliki warna orange cerah, rasa manis, dan manfaat kesehatannya yang luar biasa. Satu ubi jalar berukuran sedang mengandung sekitar 4 gram serat, 2 gram protein, dan jumlah potasium, mangan, serta vitamin B6 dan C yang baik. Sayuran akar ini juga tinggi beta-karoten, yang diubah oleh tubuh menjadi vitamin A. Faktanya, satu ubi jalar mengandung 132% DV untuk vitamin ini. Selanjutnya, mengonsumsi beta-karoten dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena beberapa jenis kanker, termasuk kanker paru-paru.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*